Mengasihi adalah tanda anak-anak Allah.

1 Yohanes 3:11-18
Minggu Advent 1

Hari ini kita belajar tentang suatu kenyataan yaitu tanda yang
memperlihatkan bahwa seseorang hidup dalam Yesus adalah kasih.


Bagi Yohanes, kasih bukanlah sekadar kata benda atau kata sifat.
Dalam teks bacaan ini Yohanes memakai kata kerja ‘mengasihi’
(ayat 11,14,18). Sebagai kata kerja “kasih” tidak dapat
dilepaskan dari relasi personal dan sosial dengan manusia
lainnya. Seseorang tidak dapat mengatakan bahwa ia penuh kasih
ilahi, tetapi hidup tanpa relasi dengan manusia lainnya. Kasih
memerlukan objek untuk dikasihi, yaitu sesama manusia. Secara
khusus hakikat kasih dikontraskan dengan dua model yakni Kain
dan Kristus.


Hidup Kain. Dalam kitab Kejadian dilaporkan bahwa persembahan Kain
tidak diterima, sedang persembahan Habel, adiknya, diterima
Allah (ayat 4:3-8). Akibatnya timbul kecemburuan dan kebencian
dalam diri Kain. Kegagalan Kain untuk mengasihi adiknya
melahirkan kebencian mendalam dan akhirnya pembunuhan. Kain
membenci Habel yang berbuat benar di hadapan Allah. Perbuatan
benar inilah yang dibenci oleh dunia. Oleh sebab itu, Yohanes
memperingatkan kita bahwa jika kita membenci perbuatan benar
maka tidak ada kasih, dan itu berarti kita sedang membenci.
Membenci berarti membunuh. Inilah hidup model Kain.


Hidup Kristus. Kedatangan Yesus ke dalam dunia menunjukkan wujud
kasih Allah kepada kita. Karya Yesus selama Dia hidup, baik
perkataan maupun perbuatan, mendemonstrasikan kasih Allah. Bukti
kasih yang lebih jelas adalah ketika Kristus menyerahkan
nyawa-Nya, berkurban untuk kita (ayat 16). Yesus rela menyerahkan
nyawa-Nya sendiri agar kita hidup. Oleh karena itu, orang yang
percaya pada Yesus patut meneladani kasih Kristus. Kita pun
wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara seiman (ayat 16).


Renungkan:
Menerima Yesus berarti menerima kasih Allah. Izinkan Dia aktif,
mengungkapkan kasih itu dalam perbuatan kita!

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis