Kasih setia yang teguh.
Meski kasih Allah hadir di mana-mana, kadang sulit bagi kita
untuk bersyukur. Dalam mazmur ini, ada pola ucapan liturgis
yang terus diulang bertubi-tubi: "kasih setia-Nya untuk
selamanya." Frasa ini mungkin adalah respons jemaat setelah
seorang imam menyerukan kebenaran tentang karakter dan karya
Allah. Kita perlu belajar mengingatkan diri kita sendiri
berulang-ulang untuk memuji Tuhan agar kita tidak melupakan
anugerah-Nya. Pemazmur mengajak kita untuk beribadah dan
bersyukur kepada Allah (ayat 1-3). Ia adalah Allah di atas
segala allah, yang hakikat-Nya terangkum dalam sebuah sifat:
kasih setia. Bangsa Israel yang terus-menerus tergoda untuk
menyembah berhala-berhala perlu menyadari bahwa Yahweh adalah
satu-satunya Pencipta yang layak disembah (ayat 4-9). Melalui
seluruh ciptaan ini Ia menunjukkan bahwa Dialah seorang artis
yang agung dengan keahlian yang mengagumkan. Jika kita melihat
karya Allah dalam alam semesta, kita tidak dapat menahan diri
untuk memuji Dia karena keindahan dan kemegahan buatan tangan-
Nya. Bukan hanya dalam ciptaan, Allah juga bekerja dalam sejarah
umat-Nya (ayat 10-22). Perjalanan melintasi Laut Merah dan
padang belantara merupakan peringatan sekaligus janji bahwa
Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang sering kali bebal.
Selanjutnya, pemazmur memunculkan kata "kita" (ayat 23). Di sini
seakan-akan pemazmur ingin menyatakan bahwa sejarah itu bukanlah
sesuatu yang di luar dirinya, tetapi adalah bagian kehidupannya
sendiri. Iman dengan demikian bukan bicara mengenai masa lalu,
tetapi iman yang sungguh dihidupi di masa sekarang. Maka, rasa
syukur itu bukan hanya disebabkan Tuhan telah menolong Israel di
masa lalu, namun karena Tuhan pun sebenarnya kini menolong
"kita".
Mazmur yang dimulai dengan rasa syukur, karena sesuatu yang
universal, dalam alam ciptaan, diakhiri juga dengan terima kasih
karena Allah adalah pemelihara segala makhluk.
Renungkan:
Alam dan sejarah mengepung Anda dengan kasih setia Tuhan.
Bisakah Anda berlari dari rasa syukur yang mendalam? Perintahlan
jiwa Anda untuk bersyukur kepada Dia!