Kota yang mulia.
Banyak orang Kristen yang ingin menjadikan dunia ini sebagai
"Kota Allah". Mereka berusaha mempengaruhi kebudayaan dan
politik, membuat kehidupan dalam masyarakat menjadi lebih mulia.
Itu adalah sesuatu yang baik. Namun, tidak boleh diabaikan pula
bahwa gambaran tentang kota yang mulia dalam kitab Wahyu
bukanlah sesuatu yang eksternal, namun internal. Kota yang mulia
adalah orang-orang Kristen itu sendiri. Warisan-warisan agung
keselamatan dan persekutuan dengan Allah (bdk. pasal 2-3:
keamanan, tempat tinggal, kuasa, makanan, pakai-an, dan sebuah
nama baru), hanya akan diberikan kepada mereka yang menjadi
penakluk-penakluk ujian iman. Allah akan menjadi Bapa mereka
(ayat 21:7). Sebaliknya, mereka yang berkompromi dengan dosa
akan dilempar ke dalam penghukuman kekal.
Orang-orang yang menang bagaikan sebuah kota mulia yang turun dari
surga, selain gemilang dengan batu-batuan yang mahal (ayat 21:9-
14), bersinar secerlang kristal karena tetap setia kepada Anak
Domba Allah. Jumlah mereka pun tetap (ayat 21:15-17). Ukuran
kota itu tak meleset sedikit pun. Kehadiran Allah yang permanen
menjamin kekalnya keamanan mereka. Lebih dari itu, keadaan ini
diperindah dengan kemuliaan yang terpancar dari komunitas
surgawi tersebut (ayat 21:18-21). Batu-batu mulia itu
melambangkan kedua belas suku Israel (lih. Kel. 28:17-20), dan
di sini mengacu ke Israel rohani (gereja), semua orang percaya
dari berbagai suku bangsa.
Kehadiran Allah dan Kristus akan menjadi sempurna dalam kota itu,
dan Bait Allah secara jasmani tidak diperlukan (ayat 21:22-27).
Di dalamnya kemuliaan Allah terpancar penuh dalam terang abadi.
Semua umat pilihan Allah yang tercatat dalam buku kehidupan akan
mempersembahkan diri mereka. Mereka akan disembuhkan, dipulihkan
secara penuh (ayat 22:1-5). Kesempurnaan, kemuliaan, keindahan,
kegemilangan akan menjadi bagian mereka selamanya.
Renungkan:
Seiring dengan mewujudkan kota Allah dalam dunia ini, Anda perlu
mengingat bahwa Anda pun harus hidup dalam kemuliaan.
Bertekunlah dalam kebenaran sampai kemuliaan abadi tiba!