Para martir memerintah bersama Kristus.
Beberapa waktu belakangan ini pertanyaan sekitar masalah
penderitaan menjadi sangat relevan bagi orang Kristen di
Indonesia. Pergumulan itu muncul seiring dengan terjadinya
peristiwa-peristiwa seperti perusakan bangunan gereja,
pelarangan penyelenggaraan ibadah, bahkan juga sampai kepada
penganiayaan dan pembunuhan yang diderita saudara-saudara seiman
kita.Bagian ini menyingkapkan penilaian dan janji yang dialami
oleh para martir di dalam Kristus. Dalam bagian yang kita
renungkan kemarin, orang-orang yang mengizinkan semangat hidup
duniawi menanamkan pengaruhnya dalam hidup mereka akan dihukum
Allah. Kini orang-orang beriman yang menolak pengaruh dunia
(Babel, binatang buas) yang berasal dari si Satan (ular tua),
bisa jadi harus mati karena sikap imannya itu. Mereka dibenci
oleh Satan dan para pengikutnya. Mereka menjadi para martir,
sebab mereka mati karena sikap iman mereka kepada kebenaran
sebagai pengikut Kristus yang setia. Di mata dunia, para martir
itu kalah, kehilangan nyawa mereka. Di dalam penilaian Allah,
para martir itu menang, sebab mereka memiliki "nyawa
ganda"—mereka akan dihidupkan kembali—bahkan memerintah sebagai
raja bersama Kristus (ayat 4).
Kemarin kita diperingatkan untuk tidak mempertaruhkan nasib kekal
kita untuk suatu keuntungan yang sementara, di bagian ini kita
diajak berani mengorbankan hal-hal yang sementara demi hal-hal
yang kekal. Penderitaan karena iman yang harus kita tanggung di
dunia ini hanya "sepuluh hari saja" lamanya (ayat 2:10),
sementara kemenangan orang yang menderita demi Kristus akan
"seribu tahun" lamanya (ayat 4) (Bdk. Rm. 8:18). Firman ini juga
menyimpulkan bahwa orang yang menderita sampai menjadi martir
demi Kristus, sesungguhnya beroleh hak istimewa yang tidak
dialami oleh yang bukan martir (ayat 5).
Renungkan:
Ketika orang Kristen melalui masa penganiayaan, sesungguhnya
proses pemurnian dan pemuliaan iman sedang berlangsung. Kita
perlu berdoa bukan saja agar berani tetapi juga agar berhikmat
menilai situasi sulit kini dengan tepat.