Kesempurnaan Kristen dan amarah.

Matius 5:17-26
Minggu ke-1 sesudah Natal

Apakah Kristen yang
telah mendapatkan pengajaran khusus dari Kristus
dibebaskan dari tuntutan menjalankan hukum Taurat
dan kitab para nabi? Tidak! Sebab otoritas PL yang
bersumber dari Allah akan terus berlaku hingga
kesudahan zaman (ayat 18) dan menyatakan rencana
penebusan Allah hingga penggenapannya. Kedatangan
Kristus bukan untuk meniadakannya, namun
menggenapinya, karena Ia sendirilah penggenapnya.


Kristen pun tidak boleh meniadakan salah satu bagian
dari hukum Taurat dan kitab-kitab nabi, ataupun
mengajarkannya demikian. Mengapa? Sebab itu
merupakan wahyu Allah, sehingga manusia tidak
mempunyai hak untuk menguranginya, sekalipun
bagian yang terkecil. Karena berhubungan dengan
wibawa dan otoritas wahyu Allah, maka konsekuensi
peniadaan atau pengajaran yang demikian cukup
serius karena berdampak bagi kehidupan di masa
kekekalan (ayat 19). Jika demikian apa yang
dituntut dari Kristen? Tidak lain dan tidak bukan
adalah kesempurnaan (ayat 20). Ayat ini memang
tidak berbicara tentang bagaimana seseorang
memperoleh kebenaran namun memaparkan tuntutan
kesempurnaan. Mesias sendiri akan membangun sebuah
bangsa yang akan disebut `pohon tarbantin
kebenaran' (Yes. 61:3).


Kesempurnaan apa yang dituntut dari Kristen? Dalam
hubungan dengan sesama manusia, hukum Taurat
melarang pembunuhan. Namun yang menjadi kepedulian
Allah bukan hanya pembunuhan melainkan juga
kemarahan, khususnya kemarahan kepada saudara-
saudara seiman (ayat 22), sebab Allah melihat apa
yang di dalam hati. Kemarahan yang menyala-nyala
dapat mengarah kepada tindakan kekerasan yang
lebih jauh, termasuk pembunuhan.


Kemarahan yang seringkali diekspresikan dengan kata-
kata umpatan atau kata-kata tuduhan, merupakan hal
yang sangat serius, karena dapat menyeret
seseorang kepada penghukuman abadi, membawa dampak
bagi kehidupan ibadah seseorang, dan dapat
menyeret seseorang ke pengadilan (ayat 23-26).


Renungkan: Karena begitu jahatnya kemarahan disertai
dengan kepastian hukuman Allah dan konsekuensi
kemarahan, Kristen harus menggunakan segala upaya
dan daya untuk segera menghentikan kemarahan.

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis