31 - Bilur-Nya Sungguh Heran!
Sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya … dia tertikam oleh pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita …
dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
Yesaya 53:4-5; Lihat juga Matius 8:17, 1 Petrus 2:24.

Bilur-Nya Sungguh Heran!

”Bilur-Nya, bilur-Nya sungguh heran. Bilur-Nya, bilur-Nya membawa kesembuhan.Asal percaya saja semua sakit sembuhlah, oleh darah Yesus tertolong.”

Terus terang, meski saya sering menyanyikan lagu ini dan membaca ayat-ayat Alkitab yang menjadi dasarnya, saya tidak begitu paham maksudnya. Kita dengan mudah menerima bahwa kematian Yesus di atas kayu salib bertujuan untuk menyelamatkan kita dari kematian kekal dan untuk melepaskan kita dari belenggu dosa. Salib Yesus dimaksudkan untuk keselamatan rohani, bukan untuk persoalan jasmani. Demikian anggapan yang pada umumnya kita miliki.

Namun, lagu berdasarkan kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ini jelas. Konsep Alkitab memang mengartikan keselamatan bukan saja untuk dimensi rohani, tetapi juga untuk dimensi jasmani dan sosial. Maka, selamat bisa juga disebutkan dengan istilah lain yaitu: damai, sehat, waras, dan lainnya. Maka, memang benar bila kita mengaitkan harapan agar sembuh dengan karya Yesus di salib. Namun, apa maksudnya bahwa kesembuhan datang dari bilur Yesus? Bagaimana persisnya bilur Yesus menyembuhkan kita?

Bilur adalah tanda bekas luka karena cambuk atau pukulan. Alkitab memperlihatkan bahwa Yesus menerima berbagai bentuk siksaan yang meninggalkan bilur-bilur pada tubuh-Nya. Semua itu untuk menanggung konsekuensi dari pemberontakan dosa kita; juga untuk memikul penyakit dan penderitaan kita. Maka, Alkitab mengajarkan bahwa kita boleh mengimani penyelamatan yang utuh dari salib Yesus: secara rohani dan juga jasmani!

Doa: Yesus, terima kasih karena kematian-Mu di atas kayu salib menjadi sumber keselamatan dan kesembuhanku.

Untuk Mendengarkan Audio Klik Link dibawah ini
Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis