Hati-hati dengan Jabatanmu

Keluaran 1:1-22
Minggu ke-19 sesudah Pentakosta
Apa perasaan Anda ketika naik jabatan dalam pekerjaan? Tentunya senang, bukan? Apalagi, jabatan baru itu adalah hasil perjuangan Anda bertahun-tahun lamanya.
Setelah memangku jabatan itu, Anda pasti sudah menyiapkan banyak hal untuk dilakukan, misalnya, merencanakan serangkaian strategi terbaik, mulai membayangkan harapan, tujuan, dan impian masa depan yang indah. Inilah saatnya untuk menunjukkan segenap kemampuan dimulai dengan terbaik dari Anda.
Kitab Keluaran dimulai dengan kisah orang-orang Israel yang bertambah banyak dan berlipat ganda (7). Setelah itu, bangkit seorang raja baru di Mesir yang tidak mengenal Yusuf (8). Ia mulai menyadari betapa besar jumlah orang Israel (9), dan melihat kenyataan itu sebagai sebuah ancaman dan bahaya bagi bangsanya sendiri (10).
Untuk mengatasi ketakutannya, raja itu menyusun strategi. Dia menindas orang Israel dengan kerja keras. Mereka dipaksa membangun kota Pitom dan Raamses sebagai kota perbekalan (11). Raja itu menindas dan membuat hidup orang Israel sengsara tanpa belas kasihan (13-14). Dia pun memerintahkan bidan untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir dari orang Israel (16). Sampai akhirnya, dia menyuruh seluruh rakyatnya melemparkan anak laki-laki orang Ibrani ke sungai Nil (22).
Kita perlu menyadari, posisi atau jabatan yang kita dapat hari ini adalah titipan Tuhan. Dengan demikian, kita harus lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan. Kita bisa memperkaya pengetahuan kepemimpinan dari peristiwa sejarah. Kita bisa belajar melihat potensi orang lain dan bersinergi bersama. Itu akan mengoptimalkan fungsi kepemimpinan.
Pada akhirnya, takut akan Tuhan membuat setiap keputusan kita menjadi lebih bijaksana. Setiap pemimpin, yang mencintai Tuhan, tidak akan mengedepankan ambisi pribadinya.
Doa: Tuhan, berilah kami hikmat-Mu dalam membuat setiap keputusan dalam tindakan kami selaku pemimpin. [SA]
Selviana Antasia
Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis