Diutamakan karena Anugerah

Kejadian 48
Minggu ke-9 sesudah Pentakosta
Ketika mendapatkan rezeki, kita mungkin kerap lupa melihat anugerah yang bekerja dibaliknya. Karena itu, Tuhan, dengan sengaja, acap kali memilih anak, yang bukan sulung, untuk mendapatkan berkat. Supaya, kita lebih sadar dan mengerti bahwa semua hanya karena anugerah.
Menjelang akhir hidupnya, Yakub menyatakan Efraim dan Manasye sebagai miliknya (5). Ini berarti mereka akan mendapatkan tanah, seperti anak Yakub yang lainnya. Sehingga, Yusuf diberi kehormatan untuk mendapatkan hak kesulungan berupa porsi ganda (lih. 1Taw. 5:1).
Ketika Yakub memberkati Efraim dan Manasye, Yakub sengaja menyilangkan kedua tangannya (13-14). Sehingga, tangan kanan diletakkan di atas Efraim (bungsu), sementara tangan kiri di atas Manasye (sulung). Ini berarti Sang Adik, Efraim, akan menjadi bangsa yang lebih besar dari Manasye (19).
Yakub pun lebih dahulu menyebut nama Efraim daripada Manasye. ”Allah kiranya membuat engkau seperti Efraim dan Manasye,” kata Yakub. Dalam seluruh pasal, hampir selalu nama Efraim disebut lebih dahulu dibanding Manasye (5, 13, 14, 20). Fakta ini semakin menegaskan bahwa Efraim akan diberkati melebihi Manasye.
Biasanya, dalam tradisi Israel, anak sulung yang lebih berkuasa dan diberkati. Namun, cerita Alkitab menuturkan sebaliknya. Efraim didahulukan daripada Manasye. Ini pertanda bahwa Efraim diutamakan semata-mata karena anugerah Tuhan.
Melalui ini, Tuhan mau mengajari sesuatu. Jika kita mendapat berkat, itu semata-mata karena Tuhan beranugerah. Oleh karena itu, marilah kita menghargai segala berkat yang telah Tuhan titipkan. Kuantitas bukan persoalan karena semua berkat itu, sebenarnya, tidak layak kita dapatkan. Kita memperoleh itu semua semata-mata karena anugerah-Nya.
Doa: Tuhan, ajarkan aku untuk menghargai segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku. Karena semuanya itu adalah milik-Mu dan semata-mata ada padaku karena anugerah-Mu. [IT]
Inawaty Teddy
Scripture Union Indonesia © 2017.