Bersaksi

Kisah Para Rasul 8:4-25
Minggu ke-2 sesudah Pentakosta
Salah satu tugas orang percaya adalah memelihara iman dan bersaksi tentang Injil Kristus. Sayangnya, sebagian besar biaya operasional gereja digunakan untuk pemeliharaan iman. Misalnya, persekutuan, ulang tahun gereja, perayaan gerejawi, perayaan Natal, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk dana misi penginjilan ke daerah pedalaman sangat minim. Hal ini memperlihatkan bahwa sebagian besar gereja tidak menaruh prioritas utama akan pewartaan Injil kepada sesamanya.
Kenyataan itu sungguh berbeda dengan gereja mula-mula yang dimulai dengan kesaksian terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan pemeliharaan iman (14). Kedua hal tersebut penting karena kesaksian membutuhkan pemeliharaan iman dan pemeliharaan iman membutuhkan kesaksian (4-25
Demikianlah gambaran bagaimana jemaat perdana beriman dan bersaksi bagi Kristus. Pertama, mewartakan Yesus sebagai Juru Selamat (4-5,12). Kedua, memperlihatkan bahwa Yesus yang mereka sembah adalah Allah yang berkuasa atas roh jahat dan sakit penyakit (6-7). Ketiga, membuka kedok kebohongan kuasa kegelapan dan pada saat yang sama menyatakan kebenaran Allah kepada semua orang (9-13). Keempat, selain baptisan air sebagai lambang pertobatan, para rasul menyatakan baptisan Roh Kudus (15-17). Kelima, memelihara iman. Pemeliharaan iman bertujuan untuk menumbuhkan iman: berakar dan berbuah bagi Kristus. Inilah alasan mengapa para rasul mengutus Petrus dan Yohanes ke daerah Samaria (14).
Selain itu, kesaksian yang benar terletak pada motivasi dan ketulusan. Oleh karena itu, janganlah kita sesekali mengotori hati dengan keinginan duniawi, seperti yang dilakukan oleh Si Tukang Sihir yang bernama Simon (18-19). Hendaknya gereja masa kini senantiasa memperbarui dirinya untuk selalu berpusat pada kesaksian Injil Kristus. Bagaimanapun, gereja adalah mercusuar yang dapat menuntun manusia berdosa kembali kepada citra-Nya yang semula.
Agung Jatmiko
Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis