Allah Hakim yang Adil

Mazmur 7
Minggu Paskah
Setiap orang Kristen selayaknya selalu bersyukur dan bermazmur dalam hidupnya, baik di kala susah maupun senang. Inilah yang dinyatakan pemazmur dalam nyanyian dan ratapannya. Ratapan pemazmur dinyatakan dengan doa kepada Tuhan karena saat itu ia berada dalam keadaan susah, terancam, dan menjadi korban.
Namun begitu, pemazmur tidak mencari musuh untuk membalasnya, tetapi dia mencari Allah (2). Melalui doa, ia mengadukan semua persoalannya kepada Tuhan. Ia meminta Tuhan bertindak menolong dan menghakimi musuhnya. Pengaduan ini memperlihatkan pengakuan imannya bahwa Tuhanlah yang berkuasa. Ia yakin Tuhan akan bertindak adil dan membuatnya mampu bersyukur.
Kita dipanggil untuk bersyukur meski banyak masalah menimpa. Bisa saja kita melakukan apa yang benar dan baik di mata Tuhan, tetapi itu bukan jaminan akan menyenangkan hati orang lain. Bisa jadi hidup kita terancam karena ketidaksenangan orang lain atas kebaikan kita. Lalu bagaimana kita harus bersikap? Belajar dari pemazmur, maka jalan yang terbaik adalah mengadu kepada Tuhan. Biarkan Tuhan yang bertindak dan menghakimi. Percayakan diri kita kepada Tuhan karena Dia selalu bertindak adil.
Pemazmur sangat mengerti bahwa Tuhan selalu membela orang-orang yang percaya kepada-Nya. Tuhan memiliki berbagai cara untuk menyelamatkan anak-Nya. Sekalipun orang jahat membuat lubang sebagai jerat, tetapi Tuhan mampu mengubah jerat itu menjadi penjerat bagi yang menjerat (16-17). Semuanya itu memperlihatkan keadilan Allah semata. Karena itulah, pemazmur bermazmur bagi Tuhan karena keadilan-Nya (18).
Akan tetapi, itu bukanlah tanpa konsekuensi. Pemazmur meminta Tuhan menjadi hakim untuk mengoreksi dirinya (9). Bahkan berikhtiar, kalau dia sampai melakukan kejahatan kepada orang yang berbuat baik kepadanya, maka dia rela diserahkan oleh Allah kepada para musuhnya. Dengan cara demikian, pemazmur mengakui bahwa Allah sungguh hakim yang adil.
Addi S. Patriabara
Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis