Berbahaya Jika Tidak Percaya

Markus 16:9-20
Minggu Paskah
Berbahaya memastikan keragu-raguan, namun jauh lebih berbahaya meragukan kepastian. Kadang kita begitu yakin dan memastikan bahwa sesuatu itu akan terjadi. Misalnya, jikalau langit mendung kita berani memastikan bahwa hujan akan turun. Kita memastikan bahwa kita hadir tepat waktu, namun kenyataannya kita terlambat.
Berbahaya karena orang lain tidak akan percaya kepada kita. Namun, jauh lebih berbahaya jika kita meragukan suatu kepastian. Contohnya, kita ragu dan membantah bahwa setiap pagi matahari akan terbit dari Timur.
Para murid yang selalu bersama Yesus ternyata tidak memercayai pemberitaan perempuan itu bahwa Yesus sudah bangkit. Meraka tidak percaya karena pada waktu itu mereka sedang berkabung dan menangis (9-11).
Ini sungguh pengalaman manusiawi: sering kali dalam kedukaan dan pergumulan berat, kita meragukan kuasa kebangkitan Yesus. Kita terbawa arus pergumulan. Kita terlalu fokus terhadap masalah yang dihadapi. Kita tidak fokus kepada Yesus. Kita menjadi kurang percaya dan hal itu sangat berbahaya.
Yesus tidak ingin murid-murid-Nya berhenti dalam ketidakpercayaan, keragu-raguannya, sehingga Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid-Nya secara berulang-ulang (12-14). Sampai hari ini dengan berbagai cara di semua tempat dan waktu Yesus senantiasa menampakkan diri-Nya. Janganlah ragu-ragu! Yakinlah bahwa Ia tetap beserta kita.
Kebangkitan Yesus bukan hanya untuk dikagumi, namun untuk diwartakan: ”pergilah ke seluruh bumi... disertai dengan janji bahwa ia akan tetap menyertai” (15-20).
Jika kita adalah orang-orang yang tidak meragukan kebangkitan-Nya, maka itu berarti kita juga adalah orang yang diutus Tuhan untuk memberitakan kebangkitan-Nya dan kehidupan yang kekal. Dan kepada setiap utusan-Nya, Allah memberikan perlengkapan yang cukup untuk mampu memberitakan Injil. Tak hanya itu, Ia juga berjanji senantiasa menyertai umat-Nya sampai pada akhir zaman.
Iswan G. Manik
Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis