Meninggalkan Kenyamanan

Markus 6:30-44
Minggu ke-4 sesudah Epifania
Seusai menjalankan aktivitas sepanjang hari badan tentu terasa lelah. Karena itu, sungguh menyenangkan bila ada waktu untuk mengistirahatkan diri. Saat beristirahat, rasanya enak bila tidak ada gangguan dari siapa pun. Dalam kenyataannya, kenyamanan kita terganggu karena hadirnya orang-orang yang ingin berjumpa dengan kita. Bila kita mengalami kejadian seperti itu, apa yang akan dilakukan?
Yesus dan para murid-Nya melakukan pekerjaan seharian. Bahkan mereka tidak sempat makan dan beristirahat (31). Tentu saja mereka mengalami kelelahan. Melihat hal itu Yesus mengajak para murid untuk mencari tempat sunyi (31). Tempat sunyi rupanya menjadi tempat yang menyenangkan bagi Yesus dan para murid-Nya untuk beristirahat sejenak. Dengan perahu, mereka segera bergegas bertolak menuju tempat yang dimaksud (32).
Banyak orang-yang seharian mendengar ajaran Yesus—tahu ke mana arah perjalanan-Nya bersama murid-murid-Nya. Mereka tercatat 5000 orang laki-laki, tidak termasuk anak-anak dan perempuan. Dengan mengambil jalan darat segeralah mereka sampai ke tempat yang dituju oleh rombongan Yesus (33). Ada apa dengan mereka? Ternyata mereka ingin mendengar ajaran-Nya. Mereka hanya mau diajar oleh Yesus.
Apa yang dilakukan Yesus? Jika Ia mau mengatakan pada orang-orang itu agar pulang karena Ia ingin beristirahat, itu sah dan bisa. Namun, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan (34). Yesus menghampiri orang banyak itu. Ia tahu bahwa itulah saat yang terbaik untuk mengajar mereka karena mereka seperti domba tak bergembala (34). Tidak terasa hari sudah mulai malam (35), padahal mereka semua belum makan. Maka terjadilah mukjizat lima roti dan dua ikan menjadi ribuan roti dan ikan.
Yesus meninggalkan kenyamanan dan menerima kehadiran banyak orang. Mereka yang datang kepada-Nya merasakan berkat. Sebagai pengikut Yesus, bersediakah kita meneladani Dia meninggalkan kenyamanan untuk memedulikan sesama yang membutuhkan?
Wisnu Sapto Nugrohoi
Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis