Siapa antikristus?

1 Yohanes 2:22-29
Minggu Advent I

Kemarin telah kita baca tentang hadirnya antikristus. Mereka
berasal dari jemaat Kristen yang kemudian mundur meninggalkan
persekutuan jemaat. Mereka ini adalah pendusta-pendusta (ayat
22). Ancaman pendusta tidak datang dari luar jemaat. Para
pendusta ini menolak Yesus sebagai Mesias. Mereka lupa bahwa
tidak mungkin mengenal Allah Bapa tanpa percaya pada Yesus (ayat
23-25). Akhir hidup seorang antikristus adalah kebinasaan.
Mereka tidak memperoleh hidup kekal. Hidup kekal berarti
memiliki persekutuan dengan Anak dan Bapa sekarang dan di sini.
Persekutuan dengan Anak dan Bapa dimulai dengan pengakuan bahwa
Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Menyangkali fakta ini berarti
seseorang telah menjadi antikristus.


Dalam ayat 26 Yohanes mengatakan bahwa para antikristus tidak keluar
begitu saja dan meninggalkan persekutuan jemaat, tetapi terus
berusaha menarik orang lain meninggalkan persekutuan jemaat.
Yohanes mengingatkan jemaat untuk tidak sekadar sadar akan
kehadiran antikristus di tengah-tengah mereka, tetapi juga harus
lebih peka terhadap tujuan dan fungsi seorang antikristus.
Antikristus memiliki tujuan menjadikan sebanyak mungkin jemaat
Kristus sebagai antikristus.


Jemaat Kristus harus lebih mendengarkan suara Roh Kudus yang terus
mengajarkan kebenaran kepada mereka (ayat 27). Jangan pernah
meninggalkan persekutuan jemaat seperti yang dilakukan
antikristus. Seorang antikristus yang tidak memiliki persekutuan
dengan Yesus dan juga persekutuan jemaat akan malu berdiri di
hadirat Kristus ketika Ia datang kedua kali (ayat 28). Seorang
antikristus tidak lahir dari Allah, karena mereka tidak hidup
dalam kebenaran, melainkan hidup dalam dusta dan tipu daya (ayat
29).


Renungkan:
Waspadalah terhadap antikristus karena ia tidak melakukan
perbuatan kebenaran, tetapi perbuatan-perbuatan yang menentang
dan menolak Kristus.

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis