Orang fasik mendapatkan laknat, orang benar mendapatkan berkat.

Mazmur 92
Minggu Advent 3

Sama halnya dengan pengalaman penulis Mazmur 73, kita
seringkali menjumpai bahwa di dunia ini ada begitu banyak
orang benar yang menghadapi hal-hal yang kurang menyenangkan,
bahkan menyakitkan. Ini membuat kita bertanya-tanya, "Mengapa
demikian?"


Mazmur hari ini memberikan jawaban atas pertanyaan dan fakta
tersebut melalui sebuah kidung yang dirancang khusus untuk
dibacakan pada hari Sabat. Pemazmur memulai nyanyiannya
dengan ucapan syukur (ayat 2-4) karena karya Allah yang penuh
kasih, baik di dalam penciptaan maupun pemeliharaan-Nya.
Namun, ciptaan dan karya Allah yang sedemikian agung tidak
mungkin terselami oleh orang-orang yang mengandalkan
kepandaian manusia (ayat 7).


Seperti apakah maksud Allah sebenarnya? Ternyata Allah memiliki
rencana yang dahsyat. Ia akan menghancurkan orang fasik pada
akhirnya, meskipun mereka diizinkan untuk unjuk gigi
sementara. Bagaimanapun, Tuhan akan menghukum pelaku
kejahatan. Sebaliknya, orang benar yang kelihatannya justru
menjadi pihak yang kalah, akan dimuliakan kembali. Bahkan
pada akhirnya orang benar akan diberkati dengan limpah, tepat
dengan gambaran "kurma" yang selalu berbuah lebat dan "aras
Libanon" yang merupakan simbol keperkasaan dan kemuliaan. Ini
mengingatkan kita pada Mazmur 1, orang benar tumbuh bagai
pohon yang selalu berbuah di tepi aliran air.


Mazmur ini ditutup dengan sebuah tekad kemenangan. Orang-orang
benar akan dipelihara oleh Tuhan, dan mereka yang sudah
teruji imannya dapat memberikan kesaksian bahwa Allah yang
setia tetap berdaulat selamanya (ayat 15-16). Mereka dapat
beristirahat di dalam Dia. Ini juga satu keyakinan bahwa
orang-orang benar akan menikmati hari Sabat kekal di surga,
diam dalam kasih dan keadilan Allah yang abadi.


Renungkan:

Anda tak perlu merasa iri pada orang-orang fasik yang
kelihatannya menikmati kemakmuran. sebab pada akhirnya Tuhan
akan mengadakan perhitungan dengan mereka. Jika pada saat-
saat ini Anda sendiri mengalami kesusahan, nantikanlah waktu
Tuhan dan percayalah pada janji penyertaan-Nya!

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis