Tinggal di dalam ajaran Kristus.

2 Yohanes 4-13
Minggu Advent 1

Yohanes mengawali isi suratnya dengan ungkapan sukacita (ayat
4) karena sebagian jemaat tetap hidup dalam kebenaran. Dari
ayat ini dapat disimpulkan bahwa sebagian dari jemaat tidak
lagi hidup dalam kebenaran. Sangat mungkin mereka terpengaruh
oleh ajaran sesat dan telah meninggalkan jemaat (bdk. 1Yoh.
4:1-3). Keadaan ini memprihatinkan, namun Yohanes tetap
bersukacita karena masih ada yang setia. Tema kembar
"kebenaran" dan "kasih" tampil kembali di sini. Kedua unsur
inilah yang membedakan antara anggota jemaat yang setia pada
ajaran Kristus dan yang tidak.


Ajaran sesat yang ditentang Yohanes adalah "docetisme" (dari Yun.
dokeo, "seakan-akan"). Menurut ajaran ini, Kristus tidak
sungguh-sungguh datang sebagai manusia dalam daging (ayat
1Yoh. 4:2,3; 2Yoh. 7). Ia tidak memiliki tubuh fisik, jadi Ia
hanya seakan-akan mati. Oleh karena itu, Kristus bukan
Juruselamat yang mati bagi orang berdosa. Terhadap ajaran
yang menyangkal Kristus inilah, yang penyebarnya telah "pergi
ke seluruh dunia", Yohanes memperingatkan jemaat, agar
waspada dan tetap tinggal di dalam ajaran Kristus (ayat 8,
9). Tinggal di dalam ajaran Kristus berarti tinggal di dalam
Kristus sendiri (ayat 1Yoh. 2:6). Juga, dapat berarti
bertekun dalam ajaran tentang Kristus, yang diwariskan oleh
para rasul, yang telah didengar dan dilihat "sejak semula"
(ayat 1Yoh. 1:1; 2Yoh. 5). Para penyesat tidak membawa ajaran
Kristus (ayat 10).


Menyadari seriusnya bahaya ajaran sesat, yang dapat menghancurkan
iman pada Kristus serta karya penebusan-Nya, Yohanes
memberikan peringatan kedua, yaitu agar jemaat jangan
menerima, bahkan jangan menyalami mereka yang membawa ajaran
tersebut (ayat 10). Dalam budaya Yahudi, memberikan salam
(bahasa Ibrani shalom, "damai") bukan sekadar formalitas,
tapi juga memberkati yang disalami (bdk. Mat. 10:13; Luk.
10:6) dan menjalin persekutuan dengan orang tersebut. Yohanes
memperingatkan bahwa menyalami penyesat berarti "mendapatkan
bagian dalam perbuatannya yang jahat" (ayat 11).


Renungkan:

Hidup dalam kebenaran dan dalam kasih, dengan tinggal di
dalam ajaran Kristus, itulah senjata gereja Tuhan dalam
segala zaman untuk menghadapi lawan-lawan imannya.

Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis