Pelatihan BGA di Papua
BGA skala regional (kerjasama dengan SU Indonesia) ke-7dan telah menurunkan 11 Fasilitator
Buah-buah BGA di Papua 
“Setelah mengikuti BGA hari ini saya ingin mendidik anak perempuan saya bersikap sopan kepada PRT,” kata seorang bapak, salah satu peserta pelatihan BGA tingkat Motivator Lanjutan (EM-3).
“Respos saya untuk BGA kali ini adalah meminta maaf langsung kepada Ibu M, atas sikap saya tadi yang mungkin kurang berkenan,“ ujar Ibu Agustina seraya memeluk Ibu M. 
“Saya ingin berdoa kepada Tuhan agar supaya cucu-cucu saya tidak berkelahi lagi,” kisah seorang Oma ketika kepadanya ditanyakan apa respons beliau setelah mengikuti BGA dari Surat 1 Petrus. 
“Saya bersyukur mengikuti BGA, karena setiap tahunnya pasti akan mendapat keluarga baru, walaupun hanya lima hari bertemu di kelas. Kami memiliki ikatan emosional dan keakraban satu sama lain, baik itu dengan majelis (penatua) maupun dengan pendeta. Ilmu saya bertambah melalui  penggalian teks-teks Alkitab yang ditugaskan kepada kami. Bukan itu saja, kami juga menerapkankannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian saya termotivasi untuk menjadi orang yang lebih baik dan bertanggungjawab,” kata Ibu Chairia Ali Padwa. Ia juga mengisahkan, satu hari setelah mengikuti BGA di hari pertama, ia bertekad untuk datang lebih cepat. Tapi di perjalanan ban motornya kempes sehingga Ibu Padwa belum bisa datang lebih cepat. Namun demikian, hal itu tidak mengurangi komitmennya memberikan yang terbaik untuk Tuhan.
 
Perubahan hidup orang yang dilayani. Itulah yang menjadi kerinduan para Fasilitator yang mendampingi proses pelatihan Baca Gali Alkitab. Mereka bukan hanya melatih peserta membaca apa yang tertera di dalam Alkitab, juga mendorong peserta tersebut mendapatkan pesan-pesan Allah dari teks yang digali, dan pada akhirnya berupaya agar dari pesan-pesan itu melahirkan komitmen untuk menjadi pelaku firman.

Demikianlah sekelumit berkat rohani dari kunjungan Staf SU (Erna Manurung) dan Fasilitator Mitra SU (Pdt. Iswan Ginting) ke Klasis Jayapura pada tanggal 26 – 31 Agustus 2017. Dalam Pelatihan BGA Regional Papua tersebut, turut hadir Ibu Inawati Teddy (dosen STTRI Jakarta) yang membawakan sesi Eksposisi tokoh Alkitab (Yonatan) bagi para Pendeta, Penatua, dan Syamas pada tanggal 26 Agustus 2017.

Bersyukur untuk BGA di Papua yang pada tahun ini sudah melaksanakan pelatihan BGA skala regional (kerjasama dengan SU Indonesia) ke-7 dan telah menurunkan 11 Fasilitator. Bersama-sama, kami mengajar di 5 kelas; tiga kelas tingkat EM-2 dan dua kelas tingkat EM-3. Mereka adalah: Pdt. Ida Mayor, Pdt. E.M Rollo, Pdt. Agustina Korwa, Pdt. Yanthy Tumanduk, Pdt. Grace Sodanding, Pdt. Mitra Holatila, Pdt. Corry Napitupulu, Pnt. Dewi Rudamaga, Pdt. Hanny Mahubessy, Pdt. Rachel Bakarbessy, dan Pdt. Matelda Merahabia. Peserta yang mengikuti pelatihan BGA sekitar 100 orang, terdiri dari para Pendeta, Penatua, dan Syamas, di GKI Getsemani, Kotaraja.
 
Meskipun tahun ini tidak dibuka kelas pemula (EM-1), namun ada sekitar 10 orang peserta baru yang tertarik mengikuti BGA. Puji Tuhan, tahun ini tim BGA Klasis Jayapura juga sudah merintis pelatihan BGA di luar Jayapura. Di antaranya ke Klasis Merauke yang juga menghadirkan peserta dari wilayah itu. Dari pengamatan kami, peserta dari Merauke sangat antusias belajar metode BGA dan ingin secepat mungkin diperlengkapi dalam melatih jemaat ber-BGA. Antusias yang sama juga tampak dari Klasis-klasis lainnya, yakni: Sentani, Serui, dan Nawa Wirya.
 
Pelatihan BGA usai di hari Kamis, 31 Agustus. Wakil dari Badan Pekerja Klasis Jayapura, Pnt. Drs. Marthen Tanatti, M.M.Pd berkesempatan hadir dan menyatakan ungkapan terimakasihnya atas penyelenggaraan Pelatihan BGA, baik kepada tim pelaksana di Klasis Jayapura maupun kepada Scripture Union (SU) Indonesia. BGA tidak terasa telah bermultiplikasi, demikian ungkap Bapak Tanatti. Tak lupa, beliau  menyarankan supaya pelatihan BGA juga diberikan  kepada remaja dan kaum muda gereja. Salam BGA! (em)
Scripture Union Indonesia © 2017. Design & Development by Aqua Genesis