SU Indonesia
COME AND JOIN US.....!!
15 - 17 JUNE 2013
Buat kamu remaja dan pemuda usia 15-19 tahun, ayo ikuti Retret yang akan diadakan oleh Scripture Union Indonesia (PPA) pada tanggal 15-17 Juni 2013. Jangan sampai ketinggalan. Isi liburanmu dengan menambah teman baru dan semakin bertumbuh dalam iman.
Info lebih lanjut hub. Daniel (0813-83252387) atau Ima (0852-18236121) email : suindonesia_kemitraan@yahoo.com.au

Kamis, 4 April 2013

INJIL SEBAGAI DASAR KASIH

Perintah untuk mengasihi cenderung membuat kita merasa kurang nyaman karena menempatkan kita di pihak yang memberi, berkorban, merendah, dan mengalah. Namun kekristenan bukan semata-mata soal perintah mengasihi melainkan berinti pada berita Injil. Perintah tanpa inti berita Injil membuat kita menjadi legalis dan apa yang dilakukan menjadi kewajiban semata.
Dalam Roma 1-11 Paulus memaparkan berita Injil tentang apa yang telah Kristus lakukan bagi orang percaya.Lalu alam pasal 12-15 Paulus memaparkan respons orang percaya yang seharusnya. Perikop hari ini memaparkan hal-hal praktis dalam kehidupan orang percaya sebagai buah dari kuasa Injil yang mengubahkan. Sepintas terlihat bahwa perintah-perintah ini tidak mempunyai kaitan satu sama lain, tetapi sesungguhnya semua terikat dalam satu perintah utama, yaitu perintah kasih (9-10). Merupakan hal yang normal jika umat tebusan Kristus mengasihi karena Kristus sendiri telah menetapkan norma itu: "sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu salng mengasihi" (Yoh.13:34b-35). Berita Injil memang harus menjadi dasar dari perintah mengasihi.

Kasih itu tidak boleh pura-pura (9; arti harfiah: memakai topeng). Kasih yang tulus tampak dalam relasi orang percaya dengan sesamanya (10, 13-21). Kasih itu aktif dan penuh inisiatif, seperti mendahului memberi hormat, membantu orang yang kekurangan, memberkati, bersukacita an berdukacita bersama orang lain, berdamai, dan berbuat baik.
Kasih juga mempunyai dimensi vertikal. Kasih mendorong orang untuk rajin dan berkobar dalam melayani Tuhan (11), bersukacita dan bersabar dalam kesesakan karena ada pengharapan kepada Allah (12). Kasih mendorong kita untuk menghormati hak dan kedaulatan Allah (19).
Mari wujudkan kasih Kristus dalam relasi kita dengan Allah dan sesama karena kita telah menerima anugerah Injil yang begitu berharga.
Rabu, 3 April 2013

DIPERBARUI LALU MELAYANI

Gaya hidup seseorang harus berpadanan dengan statusnya. Demikian juga orang percaya, harus hidup berpadanan dengan status sebagai tebusan Kristus. Roma 12:1-15;13 berisi perintah-pernitah rasul Paulus tentang bagaimana orang percaya seharusnya hidup.
Bagian ini dimulai dengan kata Karena itu" (1), yang berarti semua yang dikupas Paulus dalam pasal-pasal sebelumnya menjadi alasan bagi orang percaya untuk melakukan perintah-perintah itu. Oleh karena orang percaya telah dibenarkan oleh Kristus dan diperdamaikan dengan Allah, serta dipersatukan dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya, maka orang percaya harus hidup dengan cara hidup yang baru.

Hidup yang baru itu diungkapkan dengan gambaran mempersembahkan diri di mezbah (1). Jika kurban dalam Perjanjian Lama adalah binatang yang mati, maka orang percaya dalam Perjanjian Baru mempersembahkan kurban yang hidup yaitu seantero kehidupan kita, yang dikhususkan (dikuduskan) untuk menyenangkan Allah. Caranya? Hidup seturut firman-Nya. Mata tidak lagi untuk melihat hal-hal yang tidak patut, lidah hanya untuk perkataan yang membangun, tingkah lakupun harus mencerminkan nilai-nilai Kerajaan allah.
Pembaruan hidup itu bukan hanya di permukaan, melainkan sampai kedalaman hati. Bukan hanya gaya hidup yang berbeda dengan orang dunia, melainkan secara hakiki orang yang telah diperbarui memang tidak sama lagi dengan dunia (2). Anugerah Kristus mendorong orang yang telah mengalami pembaruan untuk mencari dan melakukan apa yang berkenan kepada Allah. Di dalam hidup yang baru itu, orang percaya menjadi rendah hati (3) dan berfungsi efektif dalam tubuh Kristus untuk melayani (4-8). Untuk itu Allah memberikan karunia-karunia untuk melayani dan membangun tubuh Kristus.
Selasa, 4 Desember 2012

INILAH MURKA TUHAN

Banyak orang mengatakan bahwa Tuhan Maha Pengampun hanya untuk membenarkan diri saat terus menerus melakukan dosa. Ini jelas suatu tindakan yang meremehkan Tuhan. Orang seperti ini mungkin baru akan sadar saat melihat Tuhan menyatakan hukuman-Nya.
Melalui Amos, Tuhan menyatakan murka-Nya. Israel yang selalu membanggakan ritual ibadah akan menerima hukuman justru dari pusat ibadah mereka yang seharusnya. Mereka yang melakukan dosa tetap saja datang beribadah di mezbah. Mezbah yang seharusnya berfungsi sebagai tempat menyembah dan mencari hadirat Tuhan, dinajiskan oleh motivasi jahat mereka. Maka Tuhan menyatakan penghukuman-Nya juga dari mezbah-Nya. Penghukuman Tuhan sesuai dengan karakter-Nya yang kudus dan adil.
Oleh kemahakuasaan dan kemahatahuan Tuhan, tidak seorang pun yang dapat meluputkan diri dari hukuman-Nya. Mereka yang lari tak dapat luput dari pedang Tuhan, kemana pun mereka pergi. Meski mereka menembus dunia orang mati, Tuhan akan mengejarnya. Jika ada yang bersembunyi hingga gunung Karmel, Tuhan pun akan mengambil mereka dari sana. Tuhan juga memakai ular untuk memagut mereka yang bersembunyi di dasar laut. Yang berjalan tertawan oleh musuh akan dihadang oleh pedang. Mata Tuhan terus mencari untuk menghukum. Dengan jarinya Ia akan menggoyangkan bumi sehingga gempa terjadi, maka manusia berkabung.
Dari hukuman Tuhan ini kita belajar bahwa sesungguhnya Tuhan Maha Kuasa, Maha Tahu, dan Maha Hadir. Manusia tidak dapat mengetahui bagaimana Tuhan bekerja atau menyatakan murka-Nya. Namun, tak seorang pun dapat menghindari murka-Nya itu. Yang baik dan yang jahat mungkin akan mengalami perkabungan sebagai akibat murka Tuhan. Oleh karena itu, sebelum hukuman Tuhan dijatuhkan dan dilaksanakan, bertobatlah segera! Atau, kalau kita tahu teman-teman kita yang masih bermain-main dengan dosa, tugas kitalah menyampaikan suara kenabian Amos ini agar mereka bertobat dan menerima kasih karunia.
Senin, 3 Desember 2012

MELANGGAR FIRMAN VS HAUS FIRMAN

Siapa saja yang Tuhan peringatkan dalam penglihatan yang Amos terima? Dan apa saja dampak perbuatan mereka terhadap kehidupan bangsa Israel? Yang Tuhan peringatkan adalah mereka yang tidak berpihak kepada orang miskin (4) dan yang curang dalam perdagangan (5). Kehidupan yang mereka jalani telah menjerat orang miskin menjadi lebih miskin. Perbuatan jahat yang mereka lakukan adalah menggunakan neraca palsu, menjadikan orang miskin sebagai budak hanya gara-gara sandal, dll. Jelas sekali pikiran mereka sangat materialistik dan dualistik. Pada hari Sabat mereka seakan hidup kudus, tetapi setelah itu mereka hidup dalam rupa-rupa dosa. Tuhan bahkan bersumpah tidak akan melupakan perbuatan mereka.
Hari penghakiman Tuhan bagi mereka adalah hari Tuhan (bdk. Am. 5:18-22). Karena perbuatan dosa mereka, Tuhan menyatakan penghakiman. Perbuatan mereka tidak lagi mendapat ampun dan berdampak buruk dalam kehidupan berbangsa. Semua akan menderita. Tak satu pun dapat menghindarinya. Masih dalam suasana penghakiman, Tuhan akan membangkitkan kelaparan dan kehausan rohani. Begitu hebat kehausan itu sehingga dikatakan kaum muda akan terkapar tidak berdaya. Di satu sisi ini adalah penghukuman, yaitu perasaan kosong yang melanda manusia berdosa. Di sisi lain adalah anugerah, yaitu kesempatan mencari Tuhan seperti yang telah dikumandangkan Amos dalam pemberitaan terdahulu.
Bolehkah kita yang mengaku pengikut Kristus memiliki dualisme seperti ini? Tentu tidak. Karena hidup seperti itu munafik dan tidak berkenan kepada Tuhan. Kita akan menjadi batu sandungan bagi orang-orang di sekeliling kita. Oleh karena itu, bila kita sudah menyadari kehampaan seperti yang akan dialami oleh bangsa Israel, jangan abaikan peringatan-Nya melalui hamba-Nya -Amos- dan jangan keraskan hati. Segera bertobat dan percaya Yesus, agar di hati kita hanya ada keinginan menyenangkan Dia. Sehingga setiap hari Minggu kita beribadah dengan kerinduan agar hari Senin sampai Sabtu kita menghadirkan Kristus dalam setiap aktivitas kita.
Minggu, 2 Desember 2012

WARGA NEGARA "SION"

Fokus pembicaraan mazmur ini adalah Sion sebagai kota kesukaan Allah. Lalu apa makna hal itu bagi umat Tuhan?

Sion menjadi lambang pemerintahan Tuhan atas umat-Nya, bahkan atas segala bangsa. Maka, kota-kota lain yang memiliki pemerintahannya masing-masing tak cukup untuk menggambarkan pemerintahan Tuhan. Sebaliknya, semua pemerintahan baik yang di tanah perjanjian (2) maupun di penjuru dunia (4) harusnya tunduk pada pemerintahan Allah di Sion. Di Sion Kerajaan Allah ditegakkan atas seluruh bangsa!
Sion menjadi kebanggaan umat Tuhan karena mereka lahir dan terdaftar di sana (5). Tentu kebanggaan ini tidak boleh disombongkan, seolah hanya Israel yang memiliki hak istimewa itu. Karena di luar sana, jauh di selatan (Rahab/Mesir) dan jauh di utara (Babilonia), maupun bangsa-bangsa di sekeliling Israel (Filistea dan Tirus), juga di Etiopia ada umat Tuhan, mereka “dilahirkan di sana” (terdaftar sebagai umat Tuhan).
Di Keluaran 19:5-6, Israel adalah bangsa pilihan dari antara bangsa-bangsa lain yang semuanya umat yang dikasihi Tuhan. Tujuannya adalah agar melalui Israel kasih Tuhan boleh dialami oleh bangsa-bangsa lain. Mazmur ini juga memiliki nuansa misi demikian. Tugas Israel adalah bermisi kepada bangsa-bangsa lain sehingga, umat pilihan Allah dari berbagai bangsa ditemukan dan bersama-sama menyembah Allah yang bersemayam di Sion. Maka, di Sionlah akan keluar pujian dari mulut semua umat-Nya: “Segala mata airku ada di dalammu.” Suatu pengakuan bahwa Allah adalah sumber kehidupan satu-satunya.
Tugas kita sebagai umat Tuhan bukan membangga-banggakan “sion” (denominasi, faham teologi, etnis) kita masing-masing. Melainkan memberitakan Satu Tuhan yang memerintah takhta-Nya (satu Sion) atas satu umat yang menyembah Dia, terlepas dari berbagai perbedaan yang ada.
Jumat, 30 November 2013

BURUK MUKA CERMIN DIBELAH

Misalkan Anda sedang menumpang bis kota, lalu naik beberapa pengamen dan bernyanyi di sebelah Anda. Mereka bernyanyi dengan sangat merdu, diiringi petikan gitar yang mengalun apik. Lagu yang mereka bawakan pun lagu favorit Anda. Apa respons Anda? Tentu Anda akan mengapresiasi mereka, bahkan memberikan tip yang lumayan. Tapi andaikan pula situasi yang sama, dengan kualitas yang sama, tetapi liriknya diganti dengan kata-kata yang merinci berbagai kesalahan Anda secara pribadi. Akankah Anda mengapresiasi mereka juga? Tentu saja tidak.

Dengan alasan yang sama, penolakan Amazia, imam di Betel, atas pemberitaan Amos itu bisa kita maklumi. Inti pemberitaan Amos (11) niscaya membuat bangsa Israel resah. Respons negatif Amazia bisa kita katakan normal, karena pemberitaan seperti yang dilakukan Amos ini tak jarang membuahkan pembalasan berupa kekerasan di konteks lain. Padahal penyimpulan yang diambil Amazia tentang Amos keliru. Pertama. Amos tidak hendak melawan raja dan bangsa Israel (10); Amos hanya menaati perintah Allah yang menyuruh dia pergi ke Israel. Kedua, Amos tidak sedang mencari makan melalui nubuat-nubuatnya (12); ia bukan nabi profesional (14), yaitu mereka yang bernubuat di istana-istana raja dan mendapat dukungan keuangan dari kerajaan. Amazia tidak mau mengerti bahwa pemberitaan hukuman ini merupakan akibat langsung dari dosa-dosa Israel terhadap Allah, yaitu menginjak-injak keadilan dan kebenaran Allah. Sebagai imam, ia tak lagi mewakili umat di hadapan Allah, tetapi sekadar menjadi pemasok kebutuhan religiositas orang Israel, religiositas yang palsu dan jelas ditolak Allah.
Jika teguran Allah datang, kita harus peka dan siap menerima, baik itu disampaikan Allah melalui orang lain, ataupun melalui pembacaan firman secara langsung. Teguran tak boleh kita anggap penghinaan melainkan kesempatan dari Allah untuk kita bertobat, bahkan biarpun penghukuman itu tetap datang pada akhirnya. Jangan sampai penolakan atas Allah itu menjadi final, sebagaimana yang kita lihat terjadi pada Israel Utara (17).
Memasuki tahun baru 2013 tentu membuat kita dipenuhi dengan berbagai resolusi. Tentu salah satunya adalah resolusi untuk mempergiat pembacaan Alkitab atau saat teduh setiap hari. Untuk melengkapi resolusi kita, Santapan Harian Januari-Februari 2013 telah hadir. Dapatkan di toko buku Kristen di kota Anda atau bagi Anda yang bermukim di Jakarta, dapatkan juga di toko buku Gramedia dan Gunung Agung. Bila Anda tidak ingin kehabisan atau tidak ingin repot mencarinya, silakan berlangganan dengan menghubungi Indah di nomor telepom 021-3442462
AMOS 2:1-5


Kejahatan bisa dilakukan oleh siapa saja bahkan oleh orang-orang terdekat sekalipun. Namun Tuhan tetap tidak tinggal diam atas kejahatan yang dilakukan manusia. Tuhan akan memberikan penghukumannya ketika waktunya tiba.

APA SAJA YANG ANDA BACA?
1. Apa yang dilakukan Moab? Apa hukuman Tuhan atas Moab (1)?
2. Bangunan apa yang dibakar oleh Tuhan? Apa situasi yang timbul setelah peristiwa itu (2)?
3. Siapa yang dilenyapkan oleh Tuhan? Mengapa (3)?
4. Siapa bangsa pilihan Tuhan? Apa yang telah dilakukan bangsa itu terhadap Tuhan (4)?
5. Apa yang dilakukan Tuhan atas Yerusalem (5)?

APA PESAN YANG ALLAH SAMPAIKAN KEPADA ANDA?
1. Siapakah Moab dan Edom? Keturunan siapakah mereka?
2. Mengapa Tuhan membenci tindakan kejahatan, termasuk juga dalam hubungan saudara?
3. Mengapa tempat-tempat berhala dapat dimusnahkan Tuhan? Bahkan juga bisa terjadi pemusnahan tempat ibadah orang percaya?
4. Mengapa penghukuman Tuhan bisa berlaku kepada siapa saja?
5. Apa yang harus dipegang dan dilakukan dengan sungguh oleh orang percaya?

APA RESPONS ANDA?
1. Kadang hidup persaudaraan kita berjalan kurang baik. Hal-hal apa yang biasanya menjadi penyebab dalam kehidupan persaudaraan Anda?
2. Apakah yang akan Anda lakukan bila terjadi demikian?
3. Kadang-kadang kita memilah-milah orang dengan standar diri kita, apakah pengaruhnya dengan relasi kita terhadap sesama?
4. Sebagai umat yang ditebus Tuhan, apakah hidup Anda telah sungguh-sungguh memegang perintah-Nya?

POKOK DOA:
Agar dimampukan menyatakan kasih Tuhan kepada kaum kerabat Anda.
Pada tanggal 26 Desember 2012 - 4 Januari 2013 Scripture Union Indonesia akan menjadi tuan rumah program International Student Camp yang diselenggarakan oleh Scripture Union East and West Asia (SUEWA). Kamp ini akan dihadiri oleh ratusan pelajar dari gerakan Scripture Union di 21 negara di regional Asia Timur dan Barat.
Scripture Union adalah komunitas global di lebih dari 120 negara. Selama hamper 150 tahun, Tuhan telah memakai Scripture Union untuk membawa anak-anak, orang muda, dan orang dewasa pada suatu pengharapan yang hidup melalui Yesus Kristus. Pada masa kini harapan itu jauh lebih diperlukan. Lalu apa yang Tuhan inginkan dari Scripture Union dalam memasuki usia 150 tahun yang kedua pada tahun 2017 mendatang? Itulah yang sedang digumulkan oleh Living Hope. Di seluruh penjuru dunia, Scripture Union sedang berusaha mendengarkan suara komunitasnya, suara masing-masing Scripture Union di berbagai negara, dan suara orang-orang kunci yang ada di sekitar. Melalui proses tersebut dan saat berbagai dalam doa dan firman Tuhan, dirindukan Tuhan berbicara mengenai panggilan-Nya, arah dan penajaman pelayanan Scripture Union di masa mendatang.
Karena itu pada tanggal 5-9 November telah diselenggarakan pertemuan para pemimpin dari 130 gerakan Scripture Union di Kuala Lumpur, Malaysia. Bersama-sama mereka akan melihat karya Tuhan di masa sebelumnya dan mengidentifikasi kesempatan-kesempatan baru bagi pelayanan kepada anak dan generasi muda.

(Disarikan dari SU Living Hope News Okt-Nov 2012)
Connect On Facebook Follow On Twitter Our Youtube Channel
COPYRIGHT © 2010 SU-Indonesia. ALL RIGHTS RESERVED. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design