SU Indonesia
Balloons Ministry Tetap Diminati


Scripture Union Indonesia kembali menggelar Balloons Ministry, tanggal 24 Mei 2014 di gedung Graha Bethel Indonesia ( GBI ), Jalan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, yang diikuti oleh 118 orang peserta dari berbagai gereja ( guru sekolah minggu ), lembaga pelayanan anak, dan sekolah.
Kegiatan yang memadukan seni dan keterampilan ini diharapkan menjadi salah satu pendukung pelayanan penginjilan, terutama kepada anak-anak. Joanne Kam ( pemilik Balloon Craz ) kembali melayani pelatihan dasar dan lanjutan ini dengan cara yang sangat membangkitkan minat peserta. Hal itu terlihat dari ketika sesi pertama ( dasar ) selesai, beberapa dari mereka langsung mendaftar untuk sesi lanjutan.

Kepiawaian Joanne Kam terlihat juga dari cara mendekorasi ruang, di mana ia memvisualkan Adam dan Hawa di Taman Firdaus yang melambangkan kejatuhan manusia ke dalam dosa, dan memerlukan Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus. Kemudian dalam sesi pertama, peserta mendapat kesempatan membuat binatang, bunga dan lain-lain dari rangkaian balon. Awalnya memang agak sulit, karena saat memompa balon yang akan dibentuk ternyata tidak mudah sehingga ada yang balon yang pecah sebelum terbentuk. Seperti dalam penginjilan, maka dalam merangkai balon menjadi suatu bentuk yang diinginkan pun memerlukan kesabaran dan konsentrasi.

Joanne Kam, yang karyanya “Kapal Jung Cina” pernah dimuat di majalah balon Rusia, dan “Jam Pelangi” dimuat di The Strait Times edisi 2 tahun 2013, menjadi mitra Scripture Union Indonesia dalam pelayanan anak-anak ini. Memang talenta yang diberikan Tuhan perlu diolah dalam wujud karya, demi kemuliaan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Untuk ke depannya mungkin bisa dipikirkan kegiatan serupa dengan fasilitator adalah peserta yang sudah mengikuti Balloons Ministry sampai tingkat lanjutan, sebagai wujud berbagi pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh.
Puji syukur kepada Tuhan yang terus memimpin dan menyertai pelayanan SU di Kalbar di triwulan kedua ini. Seminar-seminar untuk hamba Tuhan, Pemuda Remaja, dan Pasutri yang difasilitasi oleh SU Kalbar mendapat sambutan yang sangat baik dari berbagai kalangan gereja. Pelatihan BGA juga masih terus disosialisasi agar dapat menjadi berkat lebih luas bagi gereja-gereja di Kalbar. Club-club untuk belajar Alkitab secara rutin terus berkembang dan bertambah jumlah murid yang rindu untuk belajar dan bertumbuh dalam firman Allah. Puji Tuhan! Segala kemuliaan hanya kepada Tuhan saja!
Puji syukur pada Tuhan SU Indonesia telah merayakan Hari Ulang Tahun ke-45th pada tanggal 7 Juni 2014 bertempat di UKRIDA, Jakarta Barat.
Tema "Besar Setia-Nya, Agung Karya-Nya" mengingatkan kami atas kebaikan Tuhan yang telah mempercayakan pelayanan Scripture Union Indonesia selama 45 tahun ini. Acara ini dihadiri oleh Rev. Emmanuel Oladipo (Former Director SU International) serta relasi dari berbagai lembaga dan partner yang telah mendukung SU Indonesia selama ini. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.
Pada Februari yang lalu, ada beberapa pembinaan BGA yang kami lakukan antara lain di GPDI Teluk dalam ,Yayasan Bina Setia, dan STM Percut Sei Tuan (Medan) yang diikuti 40 peserta. Pembinaan juga dilakukan di Berastagi dan Kaban Jahe khususnya kepada Majelis/Penatua di GBKP yang diikuti 52 peserta.
Kami juga memanfaatkan event Valentine Days dengan megadakan pelayanan bagi kaum muda di Posko pengungsian GBKP Simpang 6 dan di Posko pengungsian gedung Serbaguna yang dihadiri 200 kaum muda. Bersyukur, kegiatan ini dibantu oleh hampir 30 pemuda/i yang mempunyai beban terhadap pelayanan ini.
Atas kasih dan anugerah-Nya juga, Perwakilan SU di Kalbar juga telah menempati kantor baru, tepatnya di Jl. Karang Intan (d/h. Jl. Raya Sakkok—Sedau) RT. 09 RW 02 No. 33-B, Kel. Sedau, SINGKAWANG 79163. Peresmian pemakaian kantor perwakilan telah dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2014. Acara peresmian dimulai dengan ibadah syukur dan penyerahan simbol kunci kantor yang dipimpin oleh Pdt. dr. Robby C. Moningka, S.Th., MA. (Direktur Nasional SU Indonesia).
Lalu dilanjutkan dengan sharing visi dan misi SU Indonesia oleh Dra. Vivi W. Handoyo, M.Th. (Ketua Badan Pengurus SU Indonesia) serta pekenalan pelayanan Pelatihan Baca Gali Alkitab (BGA) oleh Pdt. Ir. Armand Barus, Ph.D. (Ketua Badan Pengawas SU Indonesia)

Berbagai kegiatan rutin seperti club BGA, pelatihan penginjilan dan pembinaan iman, pelatihan BGA akan dapat dilaksanakan di kantor perwakilan. Di kantor perwakilan juga tersedia pajangan dan penjualan buku-buku terbitan SU Indonesia, Santapan Harian, Alkitab, dll. Selain itu, juga tersedia perpustakaan terbuka untuk hamba Tuhan dan jemaat Tuhan yang rindu untuk membaca dan belajar firman Tuhan. Kantor perwakilan dibuka setiap hari Senin—Jumat, 08.00—16.00 Wib.
Organ Pengurus, Direksi dan staf mengadakan Retreat pada tgl. 7-9 Maret 2014 yang lalu di SLDC, Sentul. Sungguh sukacita yang melimpah boleh dirasakan oleh kami dalam mengikuti acara ini. Karena melalui retreat ini, kami diingatkan kembali akan arti melayani Tuhan dan memberi hati sepenuhnya bagi Tuhan. Hal ini menjadi kekuatan dan semangat yang baru bagi pekerjaan Tuhan di SU Indonesia.
Pdt. Yason Budiprasetya dan Bp. Emil Salim sebagai pembicara dalam acara ini. (https://www.facebook.com/media/set/?set=a.600017886758209.1073741825.201637606596241&type=1)
Perwakilan Sumatra Utara

Bulan Agustus hingga pertengahan September pelayanan di Scripture Union Indonesia Sumatera Utara terus berjalan melalui 2 pelayanan pembinaan untuk pemuda di Selambo. Menjelang pelatihan BGA untuk Hamba Tuhan di awal September maka staf perwakilan harus berusaha ekstra lagi agar pelatihan itu diikuti oleh peserta yang tepat.
Dengan memberdayakan simpatisan SU Indonesia SUMUT di Medan, saya mencari tahu untuk bisa terhubung dengan pimpinan Distrik (Klasis) gereja tertentu di sekitar Toba (Samosir). Saya usahakan untuk bertemu tiga pimpinan Distrik (Klasis) gereja untuk menceritakan SU Indonesia, keberadaan perwakilan di SUMUT dan maksud diadakannya pelatihan Baca Gali Alkitab.
Dua pimpinan Distrik berjanji mengutus peserta dari kalangan pelayan. Meski pada hari pelakasanaan pelatihan, hanya satu distrik yang akhirnya mengutus tiga orang peserta dari kalangan pelayan; Bibelvrow dan Diakones. Dalam mempersiapkan pelatihan BGA bagi Hamba Tuhan pada 4-7 September di Tomok, Samosir tentu punya cerita menarik tersendiri. Menelusuri hutan-hutan Tapanuli sendiri, tidur di jalan karena rasa kantuk yang hebat hingga kebocoran ban mobil 2 kali di perjalanan. Satu diantaranya ketika melintas di hutan Negara antara Tigadolok dan Parapat, gelap-gulita dicampur sedikit gerimis. Bersyukur ada satu mobil yang bersedia berhenti untuk memberi penerangan agar ban cadangan bisa saya pasang tepat ke tempatnya. Tuhan mengutus mobil itu secara khusus. Setelah melintas mendahului saya, sesaat terbaca satu nama Gereja di samping belakang, GPIB . . . .(nama jemaatnya tidak jelas terbaca karena berlalu lebih cepat).
Namun untuk pelayanan tiap Jumat di Radio Teladan Medan 90,4 FM harus berakhir pada awal September ini, karena manajemen Radio Teladan Medan 90,4 FM telah menjualnya. Pihak pembeli berancana memindahkan lokasi studio sementara semua kegiatan ditiadakan kecuali memutar lagu-lagu. Hal ini diberitahukan pada minggu kedua Agustus lalu. Saya dan Tim Partner yang terbeban dalam program BGA Radio segera mencari stasiun pemancar lainnya. Namun hingga kini belum mendapatkan stasiun yang ada jam kosong dan siap untuk diisi program BGA Radio. Semoga program ini mendapat space di pemancar yang tepat pada waktu yang tepat pula.
Dua kegiatan pembinaan di Tanjung Balai, Asahan dilaksanakan pada 13 dan 27-28 September bersama Econosia Marturia Community. Kegiatan dalam September dan memasuki Oktober adalah pemantapan pelayanan pelatihan BGA bagi HTuhan di Riau dan Nias Barat. Komunikasi dengan rekan HTuhan di Pekanbaru terus dijalin untuk mendapatkan waktu dan tempat yang tepat bagi pelaksanaan pelatihan BGA disana. Sementara ini 21-23 Oktober 2013 adalah pilihan yang diajukan dan sedang di’sesuai’kan oleh partner saya di Pekanbaru. Semoga mendapat titik terang dalam waktu dekat agar dapat terlaksana dengan baik. Dan di Nias Barat masih menunggu kesiapan Bapak Marinus Gulo dari Moale sekitarnya (perbatasan Nias Barat - Selatan). Harapan saya dan Partner SU Indonesia SUMUT agar pelatihan-pelatihan di kabupaten kota di SUMUT berjalan tepat sasaran. Sehingga jejaring pelatihan BGA lambat laun menyebar ke semakin banyak kabupaten kota di SUMUT. Untuk dan demi kehidupan rohani jemaat di SUMUT yang segar, kuat dan sigap. Esar Hutahaean
Pada tanggal 15 – 19 Juli 2013 lalu, tim SU Indonesia yaitu Pdt. Armand Barus, Hans Wuysang, dan Rimawaty mengadakan pembinaan BGA kepada pendeta, majelis dan pengasuh Sekolah Minggu (SM) di Gereja Protestan Maluku (GPM), Ambon.
Kegiatan ini dipersiapkan panitia yang merupakan peserta BGA Nasional akhir Mei yang lalu. Hal ini merupakan sukacita bagi tim SU Indonesia mengetahui bahwa BGA Nasional berdampak positif dan baik kepada peserta yang telah dilatih, khususnya para hamba Tuhan yang mengikutinya.


Berikut rangkaian kegiatan pelatihan BGA oleh Tim SU Indonesia :
15 Juli : Pelatihan BGA kepada para pendeta dan majelis/syamas yang dihadiri 66 orang,
bertempat di GPM Amahusu
16 Juli : Pelatihan BGA kepada para pengasuh Sekolah Minggu yang dihadiri 53 orang.
17 Juli : Pelatihan BGA kepada majelis dan jemaat GPM Imanuel OSM, dihadiri 67 orang.
18 Juli : Pelatihan BGA kepada pengasuh SM di GPM Lateri, dihadiri 32 orang.
19 Juli : Pelatihan BGA kepada majelis dan jemaat GPM Suli yang dihadiri 170 orang.

Kami bersyukur atas pekerjaan Tuhan di kota Ambon, khususnya ketika kami mendengar kesaksian dari Pdt. Berthy Kaihatu, bahwa jemaat yang beliau layani telah mengalami perubahan besar sejak mengikuti pembinaan BGA. GPM Suli memiliki 105 kelompok BGA/ gabungan tiris-tiris (Gatris) terdiri dari 5-7 keluarga yang bertemu setiap hari Sabtu malam. Pemimpin kelompok BGA ini dibina oleh Pdt. Berthy setiap hari Kamis.

Dampak pelatihan BGA di Gatris ini membawa perubahan besar di GPM Suli karena sebelumnya jemaat gereja tersebut sulit diajak hadir beribadah atau ikut kegiatan gerejani. Khususnya kaum bapak, jarang hadir dalam ibadah-ibadah yang diadakan gereja. Namun setelah Gatris ini berjalan hampir 1 tahun ternyata dampaknya terlihat jemaat menjadi rajin beribadah, bahkan jumlahnya semakin bertambah. Selain itu mereka mulai aktif membantu kegiatan pelayanan gereja.

Keberhasilan BGA di GPM Suli karena BGA memberdayakan jemaat menggali isi Alkitab secara sederhana dan diajak meresponinya secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Maka perubahan iman jemaat terjadi karena mereka berinteraksi dengan teks Alkitab dan pergumulan pribadinya.
Kiranya jemaat GPM Suli maju terus dalam melayani Tuhan.